Kamis, 16 April 2015

Malam ini, udara begitu menyengat..... menusuk hingga sukma.
Kulangkahkan kaki lebih jauh lagi ketengah kesepian tepian kota.
Kulihat beberapa gadis berdiri tepat disebelah kuda besi merah,,,,,,
bak jendral perang yang sedang termenung di-perbukitan dan hanya berteman dengan kakinya yang lain.
Kulihat dari dekat,,,, lebih dekat,,,,,, lebih dekat lagi........ ternyata mereka adalah mawar tak berduri yang terlabelkan.
Wanginya menggoda raga dan iman,,,,,,, senyumannya mencemari lamunku....
Sayang sejuta sayang..........
Kau hanyalah seorang gadis,,,,,, gadis yang dikalahkan hari dean dan masih menentang malam....
Wahai gadis penentang malam!!!!! Apakah ini  kenikmatan terlarang??? Ataukah ini dosa????
Mengapa kau biarkan tubuhmu tertindih malam??? Ataukah harga adalah hamba malam????
Gadis penentang malam,,, tersenyumlah..........
Masih kusimpan seteguk cinta murni tuk melepas dahagamu.... percayalah kata ini wahai gadis penantang malam

Tagged:

0 komentar :

Posting Komentar