Malam ini, udara begitu menyengat..... menusuk hingga sukma.
Kulangkahkan kaki lebih jauh lagi ketengah kesepian tepian
kota.
Kulihat beberapa gadis berdiri tepat disebelah kuda besi
merah,,,,,,
bak jendral perang yang sedang termenung di-perbukitan dan hanya
berteman dengan kakinya yang lain.
Kulihat dari dekat,,,, lebih
dekat,,,,,, lebih dekat lagi........ ternyata mereka adalah mawar tak berduri
yang terlabelkan.
Wanginya menggoda raga dan
iman,,,,,,, senyumannya mencemari lamunku....
Sayang sejuta sayang..........
Kau hanyalah seorang gadis,,,,,, gadis yang dikalahkan hari
dean dan masih menentang malam....
Wahai gadis penentang malam!!!!! Apakah ini kenikmatan terlarang??? Ataukah ini dosa????
Mengapa kau biarkan tubuhmu tertindih malam??? Ataukah harga
adalah hamba malam????
Gadis penentang malam,,, tersenyumlah..........
Masih kusimpan seteguk cinta
murni tuk melepas dahagamu.... percayalah kata ini wahai gadis penantang malam

0 komentar :
Posting Komentar