Rabu, 29 April 2015



terpisahkan sebataang kayu


malam telah lewat.
Pagi berganti,rasa menetap.
Merenung dalam duka
duka tak cacat

 

Kebahagiaan dalam benak
Negeri mentari dalam angan
Terlukis perih sempurna
mungkin cendana aroma kemenyan

 

serapah manis terteguk mentah
setapak rintih terjajaki
pelangi kelam menghias
sepanjang Setapak bertabur luka

 

Ilmu bak sampah
onggokan karang menjadi nisan tak bertuan
Rasa tak diajak,bukan sesaat
lapang tanah menggambar hati
Rambu,ini aku duka dalam tempayan

Tagged:

0 komentar :

Posting Komentar