| terpisahkan sebataang kayu |
malam telah lewat.
Pagi berganti,rasa menetap.
Merenung dalam duka
duka tak cacat
Kebahagiaan dalam benak
Negeri mentari dalam angan
Terlukis perih sempurna
mungkin cendana aroma kemenyan
serapah manis terteguk mentah
setapak rintih terjajaki
pelangi kelam menghias
sepanjang Setapak bertabur luka
Ilmu bak sampah
onggokan karang menjadi nisan tak bertuan
Rasa tak diajak,bukan sesaat
lapang tanah menggambar hati
Rambu,ini aku duka dalam tempayan
0 komentar :
Posting Komentar