Rembulan di atas kepala,menghantar kesunyian dalam dekapan
Riuh ombak menepikan kerisauan,, kerisauan akan hati yang membisu.
Tetesan embun menemani kesunyian Raga di tepian bukit
Tanya berganti kebencian,bahkan rindu berucap serapah
Sabana kini merindu embun, hingga
surya tak tergubris olehnya.
Adakah kerinduan dapat terjawab?
Atau hanya menjadi mimpi semata?
Dari sudut kelopak mata, mengalir
tetesan asin.
Bergambar duka dari pulau seribu
bukit.
Bahkan tidu hai menjadi
terlupakan, dan hinggi terlipat rapuh.
Sejuta tambur dan ana mongu (gong) telah
hancur, hancur termakan waktu.
Mereka berkata gila kepada mereka
yang lainnya.
Hanya harap yang masih digenggam.
Mungkin telah terlupakan.

0 komentar :
Posting Komentar